<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>[ resensi ]</title>
	<atom:link href="http://blogresensi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogresensi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2009 23:33:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blogresensi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>[ resensi ]</title>
		<link>http://blogresensi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blogresensi.wordpress.com/osd.xml" title="[ resensi ]" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blogresensi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kursi Panas Demi Latika</title>
		<link>http://blogresensi.wordpress.com/2009/03/01/kursi-panas-untuk-latika/</link>
		<comments>http://blogresensi.wordpress.com/2009/03/01/kursi-panas-untuk-latika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 14:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogresensi.wordpress.com/2009/03/01/kursi-panas-untuk-latika/</guid>
		<description><![CDATA[Judul: SLUMDOG MILLIONAIRE. Tahun: 2008. Genre: DRAMA. Sutradara: DANNY BOYLE. Skenario: SIMON BEAUFOY. Pemain: DEV PATEL, ANIL KAPOOR, FREIDA PINTO. APA yang mendorong seseorang untuk mengikuti kuis Who Wants To Be A Millionaire? Ingin terkenal. Mau menguji pengetahuan. Atau mengadu keberuntungan mendapatkan jutaan uang tunai. Alasan-alasan tadi mungkin benar. Tapi tidak untuk Jamal Malik (diperankan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=44&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Judul:</strong> SLUMDOG MILLIONAIRE.<br />
<strong>Tahun:</strong> 2008. Genre: <strong>DRAMA.<br />
Sutradara:</strong> DANNY BOYLE. <strong>Skenario:</strong> SIMON BEAUFOY.<br />
<strong>Pemain:</strong> DEV PATEL, ANIL KAPOOR, FREIDA PINTO.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>APA yang mendorong seseorang untuk mengikuti kuis <em>Who Wants To Be A Millionaire</em>? Ingin terkenal. Mau menguji pengetahuan. Atau mengadu keberuntungan mendapatkan jutaan uang tunai. Alasan-alasan tadi mungkin benar. Tapi tidak untuk Jamal Malik (diperankan Dev Patel). Ia tampil di kuis itu hanya untuk seorang wanita: Latika (Freida Pinto). Ia yakin, Latika pasti menontonnya.</strong></p>
<p style="text-align:center;">Kisah <em>Slumdog Millionaire </em>mungkin boleh dibilang klise. Jamal, seorang anak miskin dari perkampungan kumuh di Mumbai (India), memenangkan hadiah utama kuis <em>Who Wants To Be A Millionaire</em>. Bukan karena cerdas. Jawaban dari setiap pertanyaan ia peroleh dari trauma demi trauma yang ia alami. Detail kejadian (sekaligus jawaban pertanyaan kuis) itu muncul kembali seperti mimpi buruk saat ia duduk di ‘kursi panas’ kuis itu. Kisah hidupnya yang sesekali berjalan mundur (<em>flash back</em>) membuat film ini mampu memberi ketegangan di setiap bagiannya. Tidak klise dan tidak mudah untuk ditebak.</p>
<p style="text-align:center;">Saat tinggal selangkah lagi mendapat hadiah utama, Jamal diciduk polisi. Presenter kuis, Prem Kumar (Anil Kapoor) mencurigai Jamal berbuat curang. Polisi pun berpikiran yang sama. Berbagai penyiksaan ia jalani di kantor polisi. Alur flash back pun terjadi di sini. Jamal berkali-kali meyakinkan mereka. Untuk dapat menjawab kuis dengan benar, sebenarnya tidak dibutuhkan kecerdasan. Tapi keberuntungan.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44"></span>Dari potongan kisah itu kita jadi tahu mengapa Jamal begitu mencintai Latika. “Aku akan menunggumu di stasiun kereta pukul lima sore. Setiap hari. Sampai engkau datang menemuiku.” Begitu janjinya pada Latika. Dari alur mundur itu, kita menjadi lebih mengenal Latika, Jamal, dan kakaknya Salam. Mereka menjadi yatim piatu setelah orangtua mereka yang muslim mati dibantai sekelompok orang. Rumah dan kampung mereka dibumihanguskan. Mereka hidup di jalan. Mencuri di atas kereta. Tidur di tumpukan sampah. Terlunta-lunta.</p>
<p style="text-align:center;"><em>Slumdog Millionaire</em> berhasil menampilkan India dengan problematika sosialnya. Ada land mark India: Taj Mahal. Sungai yang berubah menjadi selokan besar. Stasiun kereta api. Jalan raya yang sesak. Matahari yang terik. Malam yang kelam. Manusia yang berjejalan di kereta barang. Pedagang asongan. Peminta-minta dan pemulung. Perkampungan miskin yang sempit. Pelacur dan kompleks prostitusi. Mafia kelas atas hingga pencuri kelas teri juga dimunculkan. Cerita berseliweran di situ. Begitu apa adanya dan manusiawi.</p>
<p style="text-align:center;">Komposisi dan sudut pengambilan gambarnya menawan. Gerak dan motif kameranya seolah seirama. Rangkaian gambar yang bertutur sepenggal-sepenggal membuat kita betah untuk terus menebak apa yang akan terjadi di akhir cerita. Ini yang menjadi ‘mesin’ film. Selain sebagai film terbaik, pantas pula bila film <em>Slumdog Millionaire juga</em> diganjar Oscar untuk penyutradaraan, editing, dan sinematografi terbaik tahun 2009. Total delapan piala Oscar yang diboyongnya.</p>
<p style="text-align:center;">Cerita film ini sebenarnya diangkat dari sebuah novel yang ditulis Vikas Swarup: <em>Q and A</em>. Simon Beaufoy yang berhasil menerjemahkannya ke dalam <em>screenplay</em> (skenario) yang memikat. Potongan kisah sodomi dalam novel yang dialami anak-anak jalanan tidak diterjemahkan ke dalam film. Mungkin sisi kelam anak jalanan sudah cukup miris ditampilkan dengan adegan seorang anak yang diangkat bola matanya. Harga mereka tinggi bila cacat. Saat mereka meminta-minta, orang lebih iba. Juga agar mereka tidak berdaya untuk melepaskan diri dari mafia yang mengeksploitasi mereka.</p>
<p style="text-align:center;">Yang terbiasa menonton film India di televisi bersiaplah kecewa saat menonton film ini. <em>Slumdog Millionaire</em> tidak diinterupsi oleh tari atau nyanyian. Ia seperti film Hollywood yang dimainkan oleh aktor/aktris India dan (sekali lagi) dengan setting India. Kisah Jamal dalam <em>Slumdog Millionaire</em> mungkin serupa dengan atau mengingatkan kita pada <em>Forrest Gump</em>. Kebaikan, ketulusan, dan cinta kanak-kanak yang polos akan menemukan buahnya sendiri.***</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-47" title="2008_slumdog_millionaire_005" src="http://blogresensi.files.wordpress.com/2009/03/2008_slumdog_millionaire_005.jpg?w=380&#038;h=336" alt="2008_slumdog_millionaire_005" width="380" height="336" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogresensi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogresensi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=44&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogresensi.wordpress.com/2009/03/01/kursi-panas-untuk-latika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b7d6ef5403ae9619c09e89769e1656b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aswan Z</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogresensi.files.wordpress.com/2009/03/2008_slumdog_millionaire_005.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2008_slumdog_millionaire_005</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Cinta dari Shanghai</title>
		<link>http://blogresensi.wordpress.com/2008/10/17/cerita-cinta-dari-shanghai/</link>
		<comments>http://blogresensi.wordpress.com/2008/10/17/cerita-cinta-dari-shanghai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 09:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogresensi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Judul: THE PAINTED VEIL Tahun: 2006. Genre: DRAMA Sutradara: JOHN CURRAN Pemain: EDWARD NORTON, NAOMI WATTS TIAP orang memiliki cara tersendiri untuk mencintai orang yang dikasihinya. Tetapi tidak jarang, orang yang dicintai tidak tahu kalau ia sangat dicintai. Cinta kemudian menjelma menjadi semacam bahasa ‘asing’. Terindera namun tidak mudah untuk dimaknai. Bahkan diabaikan. Dari ide [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=3&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Judul:</strong> THE PAINTED VEIL<br />
<strong> Tahun:</strong> 2006. <strong>Genre:</strong> DRAMA<br />
<strong>Sutradara:</strong> JOHN CURRAN<br />
<strong>Pemain:</strong> EDWARD NORTON, NAOMI WATTS</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>TIAP orang memiliki cara tersendiri untuk mencintai orang yang dikasihinya. Tetapi tidak jarang, orang yang dicintai tidak tahu kalau ia sangat dicintai. Cinta kemudian menjelma menjadi semacam bahasa ‘asing’. Terindera namun tidak mudah untuk dimaknai. Bahkan diabaikan. Dari ide seperti itu, cerita dalam The Painted Veil ini dibangun.</strong></p>
<p style="text-align:center;">Rangkaian gambar film bertutur dalam perspektif Kitty Fane (yang diperankan Naomi Watts). Wanita yang menjadi tokoh utama ini terlibat hubungan asmara dengan pria bernama Charlie Townsend. Film menjadi menarik karena Kitty sebelumnya telah menikah dengan seorang ahli bakteri Walter Fane (Edward Norton). Celakanya lagi, hubungan antara Kitty dan Townsend diketahui oleh Walter.</p>
<p style="text-align:center;">Apa yang akan dilakukan oleh Walter ketika mengetahui istrinya berhubungan intim dengan pria lain? Bagaimana reaksi Kitty yang terjebak dalam rasa bersalah (kepada suami)  dan cinta yang membara (kepada Townsend yang ternyata juga telah memiliki istri)? Cerita dalam film ini berjalan dengan kedua ‘mesin’ (pertanyaan) tadi.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Walter sejak awal memang sangat mencintai Kitty. Berbeda dengan Kitty. Tanpa perasaan cinta, ia mau menikah dengan Walter. Semua lebih karena keinginan untuk lepas dari orang tuanya di London. Ia pun bersedia mengikuti Walter yang bertugas di Shanghai. “<em>If a man hasn&#8217;t what&#8217;s necessary to make a woman love him then it&#8217;s his fault not hers?</em>” Begitu Kitty menyerang Walter. Semacam pembelaan atas hubungan yang dijalinnya dengan Townsend.</p>
<p style="text-align:center;">Townsend sendiri tidak terlalu dominan tampil dalam film yang diangkat dari novel karya W. Somerset Maugham ini. Sepertinya ia dimunculkan di awal cerita sebagai pemicu untuk membangunkan kesadaran Kitty atas bahasa cinta yang selama ini digunakan Walter. Ia juga muncul di akhir cerita untuk ‘menguji’ kedewasaan Kitty atas cinta yang ia temukan dari Walter.</p>
<p style="text-align:center;">Meski mengawali dan mengakhirkan ceritanya di London, justru setting pedalaman Shanghai (China) yang lebih menonjol dalam film ini. Sutradara John Curran begitu piawai menampilkan eksotisme alam Asia. Cahaya matahari. Bukit dan lembah. Halimun. Hamparan sawah menghijau. Danau dan sungai yang tak beriak. Jalan-jalan desa yang berkerikil. Bahkan suasana malam dengan lentera yang temaram.</p>
<p>Cerita yang menggelinding perlahan, terasa melemahkan ‘ketegangan’ emosional yang seharusnya ada di setiap babak. Untungnya ini dapat sedikit teratasi dengan teknik pengambilan gambar yang indah. Konteks China yang saat itu masih dalam penjajahan Inggris (tahun 1925) juga tersaji apik. Kita pun jadi mengerti mengapa tokoh seperti Kitty dan Walter (yang berkebangsaan Inggris) saat bepergian ditandu layaknya tuan.</p>
<p><em>The Painted Veil </em>seolah ingin bercerita tentang cinta yang kuat dan tulus. Meski tak mudah dimaknai oleh orang yang dicintai. Juga tentang cinta yang keliru. Wanita mungkin lebih baik menerima cinta dari lelaki yang mencintainya, daripada mengharapkan cinta dari lelaki yang dicintainya. Terakhir, walau sekilas, pesan ibu Kitty yang begitu superior dapat menjadi tagline film ini: “<em>When love and duty are one, grace is within you</em>”.***</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/2006_the_painted_veil_wallpaper_001-rz.jpg"><img class="size-full wp-image-13 alignnone" title="2006_the_painted_veil_wallpaper_001-rz" src="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/2006_the_painted_veil_wallpaper_001-rz.jpg?w=307&#038;h=246" alt="" width="307" height="246" /></a></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogresensi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogresensi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=3&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogresensi.wordpress.com/2008/10/17/cerita-cinta-dari-shanghai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b7d6ef5403ae9619c09e89769e1656b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aswan Z</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/2006_the_painted_veil_wallpaper_001-rz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2006_the_painted_veil_wallpaper_001-rz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Negara Paling Bahagia</title>
		<link>http://blogresensi.wordpress.com/2008/10/10/negara-paling-bahagia/</link>
		<comments>http://blogresensi.wordpress.com/2008/10/10/negara-paling-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 08:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogresensi.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[ANDA percaya kalau orang Indonesia lebih bahagia daripada orang Jepang? Setidaknya begitu hasil penelitian yang dilakukan World Values Survey. Indonesia berada di peringkat 40 dalam daftar negara paling bahagia di dunia. Sedangkan Jepang di urutan 43. Tetapi untuk ukuran beberapa negara di Asia Tenggara, Indonesia kurang bahagia. Karena Thailand berada di peringkat 27, menyusul Singapura [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=37&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> ANDA percaya kalau orang Indonesia lebih bahagia daripada orang Jepang? Setidaknya begitu hasil penelitian yang dilakukan World Values Survey. Indonesia berada di peringkat 40 dalam daftar negara paling bahagia di dunia. Sedangkan Jepang di urutan 43. Tetapi untuk ukuran beberapa negara di Asia Tenggara, Indonesia kurang bahagia. Karena Thailand berada di peringkat 27, menyusul Singapura (31), Malaysia (34), Vietnam (36), Philipina (38). Lalu negara mana yang berada di peringkat pertama?<br />
</strong><br />
Awal bulan Oktober, majalah BusinessWeek menurunkan hasil riset tersebut. Penelitian ini dipimpin oleh Ronald Inglehart, ilmuwan politik dari Universitas Michigan. Keseluruhan riset dipandu dari Stockholm (Swedia). Hasilnya menunjukkan bahwa Denmark adalah negara yang (penduduknya) paling berbahagia di dunia. Kemudian Puerto Rico (2), Kolombia (3), Islandia (4), Irlandia Utara (5), Irlandia (6), Swiss (7), Belanda (8), Kanada (9), dan Austria (10).</p>
<p>Amerika Serikat di posisi 16. Ini mengejutkan karena di atasnya masih ada El Salvador, Malta, juga Luxemburg. Saudi Arabia (26) masuk kategori negara yang bahagia di Asia. Di bawahnya ada sejumlah negara besar seperti China (54), Iran (64), dan India (69). Dibandingkan dengan mereka yang tinggal di tiga negara besar ini, tampaknya orang Indonesia masih lebih bahagia. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan “bahagia” dalam riset ini?<br />
<span id="more-37"></span><br />
Karena “bahagia” bernilai subyektif, riset ini melepas reponden (yang berjumlah 350 ribu orang) untuk mengekspresikan nilai kebahagiaan mereka sendiri. Mereka diminta menjawab dua pertanyaan inti. Seberapa puas Anda dengan kehidupan Anda belakangan ini? Bagaimana Anda menilai kebahagiaan Anda? Dua pertanyaan tadi tampak bertujuan untuk mengukur kesejahteraan subyektif dan kepuasan hidup personal seseorang.</p>
<p>Dengan ulasan sepanjang enam halaman, sangat disayangkan BusinessWeek tidak memberi cerita di balik “kebahagiaan” warga negara (setidaknya) yang masuk dalam kelompok sepuluh teratas. Saya jadi ingin tahu mengapa mereka yang hidup di negara seperti Kolombia (urutan ke-3) atau Irlandia Utara (urutan ke-5) bisa merasa lebih bahagia dari mereka yang hidup di negara lain. Padahal Kolombia terkenal dengan perang geng kokain. Sedangkan Irlandia Utara baru saja reda dari perang saudara antara kelompok Katolik dan Protestan. Ulasan hanya difokuskan pada Denmark.</p>
<p>Sebagai pembaca, kita juga ingin tahu di mana posisi negara-negara lain. Sebut saja negara besar atau maju seperti Prancis, Jerman, Spanyol, Rusia, Australia, dan Kanada. Juga negara kecil seperti Vatikan, Tibet, Fiji, atau Brunai Darussalam yang memiliki karakteristik yang khas.</p>
<p>Selain itu, saya juga menemukan pula sebuah ketidakcocokan data. Di halaman 39, riset ini menyebutkan data diambil dari 97 negara sejak tahun 1981. Namun di halaman lain, jumlah 97 negara tadi berubah menjadi 99 negara dengan waktu survey antara 1995 – 2007. Namun terlepas dari kekurangan tadi, bagi yang percaya, paling tidak riset ini membantu kita untuk menilai sebahagiaan apakah kita dibandingkan beberapa warga negara dunia lainnya.***</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><a href="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/bw_happy-rz.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-38" title="bw_happy-rz" src="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/bw_happy-rz.jpg?w=221&#038;h=300" alt="" width="221" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogresensi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogresensi.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=37&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogresensi.wordpress.com/2008/10/10/negara-paling-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b7d6ef5403ae9619c09e89769e1656b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aswan Z</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/bw_happy-rz.jpg?w=221" medium="image">
			<media:title type="html">bw_happy-rz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metafisika Wudhu</title>
		<link>http://blogresensi.wordpress.com/2008/09/18/metafisika-wudhu/</link>
		<comments>http://blogresensi.wordpress.com/2008/09/18/metafisika-wudhu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 02:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogresensi.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[TIDAK sedikit orang yang beranggapan wudhu hanyalah ritual bersih-bersih sebelum shalat. Saya pun awalnya berpikir seperti itu. Namun setalah membaca buku karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, barulah saya sadari bahwa wudhu memiliki dimensi metafisika. Bukan sekedar membersihkan bagian tubuh (yang kotor). Karya-karya Imam Al-Ghazali banyak dan tersebar. Ada yang menyebutkan jumlah 98 karangan. Satu dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=20&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIDAK sedikit orang yang beranggapan wudhu hanyalah ritual bersih-bersih sebelum shalat. Saya pun awalnya berpikir seperti itu. Namun setalah membaca buku karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, barulah saya sadari bahwa wudhu memiliki dimensi metafisika. Bukan sekedar membersihkan bagian tubuh (yang kotor).</strong></p>
<p>Karya-karya Imam Al-Ghazali banyak dan tersebar. Ada yang menyebutkan jumlah 98 karangan. Satu dari sekian karyanya yang terkenal adalah “Ihya Ulumuddin” (Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama). Buku “Mutiara Ihya Ulumuddin” cetakan Mizan 2008 ini merupakan ringkasan dari berjilid-jilid kitab “Ihya Ulumuddin” yang ditulis kembali oleh sang Imam.</p>
<p>Dalam buku ini, Al-Ghazali membahas segala topik tentang Islam dan pengamalan ibadah serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Satu di antaranya tentang Rahasia Bersuci. Rasulullah SAW bersabda: “Agama didirikan dengan dasar kebersihan.” Dalam kesempatan lain beliau juga bersabda: “Kunci shalat adalah kesucian.”<br />
<span id="more-20"></span><br />
Sang Imam mengelompokkan bersuci ke dalam empat tahap. Pertama, membersihkan jasmani dari hadas (kotoran). Kedua, membersihkan anggota badan dari kejahatan dan perbuatan dosa. Ketiga, membersihkan hati dari akhlak tercela. Terakhir, membersihkan batin dari selain Allah SWT. Inilah tingkatan bersuci para nabi dan siddiqin (seperti para wali kekasih Allah SWT)</p>
<p>Pada bab Rahasia Bersuci, Al-Ghazali mengingatkan kembali akan adanya tujuan di balik wudhu yang lebih besar. Ini yang saya sebut sebagai Metafisika Wudhu. Tujuan ini yang dilafalkan dalam bentuk doa (yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW) setiap kali bagian-bagian tubuh dibasuh air.</p>
<p>#1. Saat mencuci tangan: “Ya, Allah, aku mohon kepada-Mu kebahagiaan dan keberkahan. Aku berlindung kepada-Mu dari kemalangan dan kebinasaan.”</p>
<p>#2. Berkumur: “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa membaca kitab-Mu dan memperbanyak zikir kepada-Mu.”</p>
<p>#3a. Memasukkan air ke hidung dan menghirupnya tiga kali dengan satu cidukan: “Ya Allah karuniakan kepadaku bau surga dan Engkau ridha kepadaku.” #3b. Mengeluarkan air dari hidung: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu bau neraka dan dari (mendapat) tempat tinggal yang buruk.</p>
<p>#4. Membasuh wajah: “Ya Allah putihkanlah wajahku dgn nur-Mu pada hari wajah para wali-Mu menjadi putih, dan janganlah Engkau hitamkan wajahku dgn kegelapan-Mu pada hari wajah musuh-musuh-Mu menjadi hitam.”</p>
<p>#5a. Membasuh tangan sampai siku (kanan): “Ya Allah berikan kepadaku buku amalanku pada tangan kanan dan hisablah aku dgn penghisaban yg mudah.” #5b. Membasuh tangan sampai siku (kiri): “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari Engkau memberikan buku amalanku pd tangan kiri atau dari belakang punggungku.”</p>
<p>#6. Membasuh kepala: “Ya Allah tolonglah aku dgn rahmat-Mu, turunkan padaku keberkatan-Mu, dan naungilah aku di bawah ‘arsy-Mu pd hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Mu.”</p>
<p>#7. Membasuh telinga: “Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik daripadanya. Ya Allah perdengarkan kepadaku suara penyeru surga bersama orang-orang yang baik.”</p>
<p>#8. Mengusap leher: “Ya Allah bebaskanlah leherku dari api neraka (3X) dan aku berlindung kepada-Mu dari rantai dan belenggu.”</p>
<p>#9a. Mencuci kaki (kanan): “Ya Allah teguhkanlah kakiku di atas shirath pada hari kaki-kaki tergelincir ke dalam neraka.” #9b. Mencuci kaki (kiri): “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari tergelincirnya kakiku dari shirath pada hari tergelincirnya kaki orang-orang munafik.”</p>
<p>Imam Al-Ghazali lahir pada tahun 450 H di Thus, Iran. Sepanjang hidupnya dihabiskan untuk belajar dan mengajarkan agama Islam di berbagai tempat. Awalnya ia berguru pada Imam Al-Haramain di Naysabur hingga ia diangkat menjadi wakil sang guru untuk membimbing murid-murid yang lain. Kemudian ia ke Bagdad, Irak. Dan tahun 39 tahun ia ke Damaskus, Syiria. Kemudian ke Bait Al-Maqdis di Palestina. Sampai akhirnya ia kembali bermukim di Thus (Iran) hingga akhir hayatnya.</p>
<p>Senin 14 Jumadil Al-Akhir 505 H Imam Al-Ghazali wafat di tanah kelahirannya. Ibnu Al-Jauzi dalam bukunya “Al-Muntazhim” menuliskan bahwa menjelang wafatnya, ia diminta sebagian sahabatnya untuk berwasiat. Imam Al-Ghazali menjawab, “Hendaklah engkau ikhlas.” Senantiasa ia mengulanginya hingga meninggal dunia.***</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/metafisika-wudhu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-25" title="metafisika-wudhu" src="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/metafisika-wudhu.jpg?w=135&#038;h=200" alt="" width="135" height="200" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogresensi.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogresensi.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogresensi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogresensi.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=20&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogresensi.wordpress.com/2008/09/18/metafisika-wudhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b7d6ef5403ae9619c09e89769e1656b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aswan Z</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/metafisika-wudhu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">metafisika-wudhu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia 1955</title>
		<link>http://blogresensi.wordpress.com/2008/08/16/indonesia-1955/</link>
		<comments>http://blogresensi.wordpress.com/2008/08/16/indonesia-1955/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 02:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogresensi.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[BAGAIMANA wajah republik ini setelah sepuluh tahun merdeka? Siapa saja perusahaan asing yang menguasai ladang minyak Indonesia? Bagaimana jurnalis asing menggambarkan profil orang yang hidup di era ‘55? Artikel yang disajikan National Geographic edisi Agustus 2008, kembali membawa kita pada suasana itu. Catatan ini tidak bermaksud mengulangi apa yang ada dalam artikel tersebut. Hanya ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=32&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAGAIMANA wajah republik ini setelah sepuluh tahun merdeka? Siapa saja perusahaan asing yang menguasai ladang minyak Indonesia? Bagaimana jurnalis asing menggambarkan profil orang yang hidup di era ‘55? Artikel yang disajikan National Geographic edisi Agustus 2008, kembali membawa kita pada suasana itu.</strong></p>
<p>Catatan ini tidak bermaksud mengulangi apa yang ada dalam artikel tersebut. Hanya ingin menggarisbawahi beberapa kesan yang —setidaknya menurut saya— menarik. Mulai dari foto hingga item-item informasi yang dimuat dalam artikel yang telah dipublikasikan pertama kali pada September 1955. Hemat saya, foto dan materi yang termuat dalam tulisan tersebut diambil setidaknya pada bulan Agustus. Tepat sepuluh tahun setelah Indonesia merdeka.</p>
<p>Foto Soekarno yang menjadi cover. Saya belum pernah melihat gambar ini sebelumnya. Soekarno terlihat muda dan begitu flamboyan. Dengan gaya khasnya yang tidak —pernah mau— menatap ke arah kamera saat dipotret. Foto Hatta di halaman berikutnya. Dengan jas yang (maaf) kedodoran, tetap tersenyum menyalami beberapa orang penjemputnya saat tiba di Yogyakarta. Kala itu, ibukota negara dipindahkan dari Jakarta ke Yogya.<br />
<span id="more-32"></span><br />
Ada potret suasana Stasiun Kota (Jakarta), Pasar Apung (Pontianak), atau keindahan puncak Gunung Kelimutu di Nusa Tenggara dengan danau tiga warnanya. Juga ada gambar anak-anak di Kalimantan yang sedang belajar di kelas dengan menggunakan batu tulis. Maklum, buku tulis termasuk barang langka dan mahal. Tidak ketinggalan pose ibu-ibu yang bekerja di pabrik kimia Bandung. Mereka terlihat sedang mengemas pil kina. Obat yang penting untuk melawan wabah malaria yang antara lain pernah membuat hampir separuh penduduk di timur Jawa, menggigil.</p>
<p>Berikut ini beberapa data yang menarik dalam artikel sepanjang 9 halaman di majalah tersebut:</p>
<ul>
<li>Penduduk Indonesia tahun 1955 banyaknya 79 juta jiwa. Mereka berbicara dengan 2.000 bahasa daerah. Oleh Beverley M. Bowie (wartawan National Geographic yang menulis artikel tersebut), mereka digambarkan: “…sangat ramah, sangat sopan, sangat bersih —dan tidak terburu-buru…Jarang sekali mereka meninggikan nada bicara kecuali ketika tertawa dan tampak tidak pernah marah. Namun jika mereka benar-benar mengamuk, waspadalah!”</li>
<li>Ada tiga perusahaan asing yang menguasai pengolah minyak bumi di Indonesia: Bataafche Petroleoum Maatschappij (anak perusahaan Royal Dutch Shell), Standard-Vacuum (AS), dan Caltex Pacific (AS). Ketiganya mengontrol sumber minyak yang diperkirakan lebih dari satu miliar barel. Keuntungan yang diterima pemerintah Indonesia setiap tahun menjapai 60 juta dolar AS.</li>
<li>Hampir dua setengah juta penduduk menderita penyakit TBC dan 600 ribu mengalami buta yang disebabkan oleh trachoma.</li>
<li>Sejak merdeka, Indonesia berhasil memotong tingkat buta huruf dari sekitar 93 persen menjadi 45 persen. Sekolah dasar bertambah dari 18 ribu menjadi 32 ribu. Sekolah menengah dari 144 menjadi 2.700. Jumlah siswa juga meningkat menjadi lebih dari 8 juta dari awalnya hanya 2 juta. Standar penghasilan di Indonesia berkisar 50 dolar AS per kapita per tahun. Gaji sebulan seorang guru kala itu, tidak akan mencukupi untuk membeli sebuah ban mobil.</li>
<li>Pendangkalan di Jakarta telah lama terjadi. Lumpur menumpuk hingga 2 km dari tepi daratan. Dengan penduduk lebih dari 2,5 juta, Jakarta masih memiliki suasana pedesaan yang mencolok.</li>
</ul>
<p>Tentu artikel ini tidak dapat menggambarkan keadaan seluruh negeri. Namun setidaknya ia memberikan sketsa wajah tanah air setalah sepuluh tahun merdeka. Dirgahayu negeriku.***</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/ng_0820081.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-33" title="ng_0820081" src="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/ng_0820081.jpg?w=205&#038;h=300" alt="" width="205" height="300" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogresensi.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogresensi.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogresensi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogresensi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogresensi.wordpress.com&amp;blog=5158535&amp;post=32&amp;subd=blogresensi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogresensi.wordpress.com/2008/08/16/indonesia-1955/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b7d6ef5403ae9619c09e89769e1656b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Aswan Z</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogresensi.files.wordpress.com/2008/10/ng_0820081.jpg?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">ng_0820081</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
