Aswan

Negara Paling Bahagia

In Majalah on Oktober 10, 2008 at 4:28 pm

ANDA percaya kalau orang Indonesia lebih bahagia daripada orang Jepang? Setidaknya begitu hasil penelitian yang dilakukan World Values Survey. Indonesia berada di peringkat 40 dalam daftar negara paling bahagia di dunia. Sedangkan Jepang di urutan 43. Tetapi untuk ukuran beberapa negara di Asia Tenggara, Indonesia kurang bahagia. Karena Thailand berada di peringkat 27, menyusul Singapura (31), Malaysia (34), Vietnam (36), Philipina (38). Lalu negara mana yang berada di peringkat pertama?

Awal bulan Oktober, majalah BusinessWeek menurunkan hasil riset tersebut. Penelitian ini dipimpin oleh Ronald Inglehart, ilmuwan politik dari Universitas Michigan. Keseluruhan riset dipandu dari Stockholm (Swedia). Hasilnya menunjukkan bahwa Denmark adalah negara yang (penduduknya) paling berbahagia di dunia. Kemudian Puerto Rico (2), Kolombia (3), Islandia (4), Irlandia Utara (5), Irlandia (6), Swiss (7), Belanda (8), Kanada (9), dan Austria (10).

Amerika Serikat di posisi 16. Ini mengejutkan karena di atasnya masih ada El Salvador, Malta, juga Luxemburg. Saudi Arabia (26) masuk kategori negara yang bahagia di Asia. Di bawahnya ada sejumlah negara besar seperti China (54), Iran (64), dan India (69). Dibandingkan dengan mereka yang tinggal di tiga negara besar ini, tampaknya orang Indonesia masih lebih bahagia. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan “bahagia” dalam riset ini?

Karena “bahagia” bernilai subyektif, riset ini melepas reponden (yang berjumlah 350 ribu orang) untuk mengekspresikan nilai kebahagiaan mereka sendiri. Mereka diminta menjawab dua pertanyaan inti. Seberapa puas Anda dengan kehidupan Anda belakangan ini? Bagaimana Anda menilai kebahagiaan Anda? Dua pertanyaan tadi tampak bertujuan untuk mengukur kesejahteraan subyektif dan kepuasan hidup personal seseorang.

Dengan ulasan sepanjang enam halaman, sangat disayangkan BusinessWeek tidak memberi cerita di balik “kebahagiaan” warga negara (setidaknya) yang masuk dalam kelompok sepuluh teratas. Saya jadi ingin tahu mengapa mereka yang hidup di negara seperti Kolombia (urutan ke-3) atau Irlandia Utara (urutan ke-5) bisa merasa lebih bahagia dari mereka yang hidup di negara lain. Padahal Kolombia terkenal dengan perang geng kokain. Sedangkan Irlandia Utara baru saja reda dari perang saudara antara kelompok Katolik dan Protestan. Ulasan hanya difokuskan pada Denmark.

Sebagai pembaca, kita juga ingin tahu di mana posisi negara-negara lain. Sebut saja negara besar atau maju seperti Prancis, Jerman, Spanyol, Rusia, Australia, dan Kanada. Juga negara kecil seperti Vatikan, Tibet, Fiji, atau Brunai Darussalam yang memiliki karakteristik yang khas.

Selain itu, saya juga menemukan pula sebuah ketidakcocokan data. Di halaman 39, riset ini menyebutkan data diambil dari 97 negara sejak tahun 1981. Namun di halaman lain, jumlah 97 negara tadi berubah menjadi 99 negara dengan waktu survey antara 1995 – 2007. Namun terlepas dari kekurangan tadi, bagi yang percaya, paling tidak riset ini membantu kita untuk menilai sebahagiaan apakah kita dibandingkan beberapa warga negara dunia lainnya.***

  1. ? Seberapa puas Anda dengan kehidupan Anda belakangan ini?
    = manusia tak pernah puas, jadi jawaban saya 50:50 = 50%

    ? Bagaimana Anda menilai kebahagiaan Anda?
    = kalau setiap detik mengandung makna dan pelajaran
    dan saya bisa tersenyum karena dua hal itu.